BERITASIBER.COM | JAKARTA – Penetapan awal Ramadan pada tahun 2024 ini berpotensi ada perbedaan. Menyikapi hal itu, pemerintah melalui Menteri Agama mengimbau umat Islam untuk tetap menjaga ukhuwah islamiyah dan toleransi dalam menyikapi potensi perbedaan penetapan 1 Ramadan 1445 Hijriah/2024 Masehi.
Seperti diketahui, sebelumnya, Muhammadiyah berdasarkan hisab memutuskan 1 Ramadhan 1445 H jatuh pada 11 Maret 2024. Sedangkan Nahdlatul Ulama (NU) berdasarkan sistem rukaytul hilal, posisi hilal, baik dari sisi tinggi maupun elongasinya tak mungkin dapat di-rukyat pada 29 Sya’ban 1445 H atau 10 Maret 2024 sehingga diprediksi 1 Ramadan 1445 H istikmal bertepatan dengan 12 Maret 2024.
Imbauan pemerintah dalam menyikapi hal ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 1 Tahun 2024 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1445 H/2024 M.
Dalam surat edaran yang ditanda tangani oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada 26 Februari 2024 ini diharapkan umat Islam tetap mengutamakan nilai toleransi.
“Umat Islam diimbau untuk tetap menjaga ukhuwah islamiyah dan toleransi dalam menyikapi potensi perbedaan penetapan 1 Ramadan 1445 Hijriah/2024 Masehi,” demikian isi imbauan, Minggu (03/03/2024).
Selain itu, dalam melaksanakan ibadah Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri umat Islam diimbau sesuai dengan syariat Islam dan tetap menjunjung tinggi nilai toleransi.





