Santi memaparkan, bahwa sudah saatnya para pekerja yang mengharapkan kelangsungan hidupnya dari memulung ditata dengan baik. Salah satunya, mengajak para pemulung mau berkontribusi menjaga lingkungan hidup.

“Pemulung sebenarnya memiliki peran sentral dari segi hal penyortiran sampah. Namun mereka memiliki kelemahan dalam kebiasaan kerjanya, yaitu merasa dihinakan, akibatnya menjadi tidak peduli pada kebersihan. Petugas kebersihan memiliki peran sentral dalam mengurus kebersihan kota secara umum, namun tidak bisa juga mengesampingkan aspek pemulung yang banyak kita dapati dikota-kota besar,” ujarnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Santi berharap, Dinas kebersihan dapat bertindak sebagai mediator ataupun fasilitator dalam mencari solusi terkait pemulung dan sampah.

“Kami dari lembaga Asosiasi Pekerja Pemulung DIY merasa memiliki peran sentral dalam membentuk perilaku si pemulung. Bagaimana tidak? Agar tidak ada lagi yang menghinakan pekerjaan sebagai pemulung, membiarkan mereka, mencibir dan menganggap jijik. Menganggap pekerjaan mereka hina, namun sebenarnya ada simbiosis mutualisme diantara saya, pemulung dan dinas kebersihan ini,” pungkasnya.(bs)

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2