Upaya penguatan ekonomi kerakyatan turut diwujudkan dengan memperkuat Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, sebagai wadah ekonomi yang menumbuhkan kemandirian masyarakat di tingkat desa.
Selain sektor ekonomi, pertanian, peternakan, perikanan, serta pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan juga menjadi fokus kebijakan pembangunan.
Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas sosial, ketertiban umum, dan kesejahteraan masyarakat agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan berkelanjutan dan inklusif.
Dalam nota keuangan APBD 2026, pendapatan daerah diproyeksikan mencapai Rp3,225 triliun, sedangkan belanja daerah direncanakan sebesar Rp3,285 triliun. Dengan demikian, terdapat defisit anggaran sebesar Rp70,29 miliar yang akan ditutup melalui mekanisme pembiayaan daerah.
Sebagai perbandingan, APBD Lamongan 2025 mencatat pendapatan sebesar Rp3,237 triliun dan belanja daerah sebesar Rp3,325 triliun.
Melalui berbagai program prioritas tersebut, Pemkab Lamongan optimistis dapat memperkuat fondasi ekonomi daerah, meningkatkan pelayanan publik, dan mendorong terciptanya kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(Bs).





