Itu satu dari forestry, bila melihat visi misinya beliau dalam hal ini Pak Bupati, beliau melek sekali masalah Green Economic. Terus mengerti masalah penangkapan karbon, penyimpanan karbon. Terus tentang perdagangan emisi, itu modal yang sangat-sangat yang sudah sangat lumayan.
Biasanya untuk meyakinkan pimpinan itu adalah PR yang sangat berat. Ini pimpinannya sudah paham, tinggal perangkatnya mengikuti, memanfaatkan potensi yang ada, dikonfersi menjadi ekonomi karbon dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional dari sisi ekonomi hijau.
Ditanya mengenai potensi perdagangan karbon pria ini menjawab “sangat memungkinkan. Tapi menurutnya yang penting itu tidak berhenti di konsep, namun tetap semangat untuk eksekusinya yang memerlukan perjuangan dan kerja keras,” jelas Apit
Karena yang pertama teman-teman pendukung dari Pak Bupati ini atau perangkatnya harus memahami dulu konsep berpikir Green Economy itu seperti apa. Dan bukan hanya potensi Green Economy, di sini juga ada potensi Blue Economy juga. Terumbu karang, potensi laut, itu semua bisa dikonfersi menjadi satu keuntungan untuk daerah Green Economy maupun Blue Economy.
Tapi semua itu harus didukung oleh semua perangkat daerah. Kembali lagi kepada pak bupati, beliau harus berupaya bagaimana meningkatkan kompetensi perangkat daerahnya untuk bisa mengikuti visi misi beliau.
Untuk mewujudkan ini yang pertama harus dilakukan menurut saya harus ada peningkatan kemampuan sumberdaya manusianya. Jadi bukan berarti sumberdaya manusianya itu tidak pinter, tapi ini kan pemahaman baru, ilmu baru, mekanisme baru, ekonomi baru. Nah ini perlu dipelajari.
Seperti yang saya sampaikan, dulu saya juga masih awam sekali. Saya juga bingung mengapa ya dari karbon kok bisa jadi duit. Itu kan barang ghoib,” katanya.
Nah ini itu harus bisa memahami konteks bisnisnya seperti apa, konsep ekonominya seperti apa. Perlu menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga, baik itu nasional, pemerintah, dengan kami dan juga dengan lembaga internasional. Kami bisa kok untuk me Matchmaking ini. Kira kita untuk meningkatkan daya saing sumberdayanya seperti apa.
Mungkin nanti setelah bisa dipergunakan potensi-potensinya dengan baik,bisa mulai dijajaki mungkin kerjasama dalam hal teknis. Misalnya perlu meningkatkan industrinya, meningkatkan Green dan Blue Economy nya. Begitu juga meningkatkan tutupan lahan untuk dikonfersi menjadi nilai ekonomi karbon dan seterusnya.
“Klau sudah terpetakan dengan baik, kami carikan patner untuk bisa membantu menggandeng dan memfasilitasi Kabupaten Trenggalek ini supaya bisa mengkonfersi potensi tadi beneran menjadi ekonomi karbon,” tutup pria ini.
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





