Namun, di tengah proses pembubaran, aparat TNI mengamankan seorang pria yang diduga berasal dari kelompok tersebut. Pria itu dicurigai membawa tas berisi senjata api dan senjata tajam serta diduga berperan sebagai provokator.
“Yang bersangkutan sempat menghasut massa untuk melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri saat didekati petugas,” jelas Ali Imran.
Upaya pelarian pria tersebut berhasil digagalkan setelah seorang warga setempat menahannya hingga personel TNI melakukan pengamanan. Dari hasil pemeriksaan tas yang dibawanya, petugas menemukan satu pucuk senjata api jenis pistol dan sebilah senjata tajam berupa rencong. Selanjutnya, pelaku beserta barang bukti diserahkan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Sekitar satu jam setelah kejadian, situasi di lokasi kembali kondusif dan arus lalu lintas berjalan normal. Sejumlah warga setempat mengaku tidak mengenal kelompok massa tersebut dan menduga mereka bukan berasal dari lingkungan sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Kuta Pase, Halim Abe, melalui pesan WhatsApp belum mendapatkan respons.






