“Ada delapan materi utama yang disampaikan dalam sosialisasi ini, yaitu definisi bullying, contoh-contohnya, apa itu cyberbullying, dampak bullying, cara mencegah bullying, cara menghadapi pelaku, langkah melaporkan tindakan bullying, serta pengetahuan tentang bagian tubuh yang tidak boleh disentuh,” ujar Dudung.
Lebih lanjut, Dudung menegaskan bahwa edukasi ini diharapkan mampu membuka wawasan siswa mengenai dampak serius dari bullying, termasuk gangguan kesehatan mental dan fisik seperti depresi, kecemasan, gangguan tidur, gangguan makan, hingga penurunan prestasi akademik.
“Penting bagi anak-anak untuk menyadari bahwa bullying bukan hanya menyakiti secara fisik, tapi juga bisa berdampak psikologis. Dengan edukasi seperti ini, kami berharap mereka memiliki keberanian untuk menolak dan melaporkan tindakan bullying, baik yang dialami sendiri maupun yang dilihat terjadi pada temannya,” tambahnya.
Sebagai puncak kegiatan, seluruh siswa bersama dewan guru melakukan Deklarasi Anti-Bullying secara bersama-sama. Deklarasi ini menjadi simbol komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat, harmonis, dan saling menghargai antarsesama.
Dengan adanya kegiatan ini, SDN Depok 5 menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah dan dunia pendidikan untuk menciptakan sekolah sebagai tempat yang ramah anak, bebas dari kekerasan, dan menjadi ruang tumbuh kembang yang positif bagi seluruh peserta didik.






