Selain kelompok tersebut, pemeriksaan juga menyasar ibu hamil sebagai bagian dari upaya deteksi dini. Hingga Juli 2026, sebanyak 21.459 ibu hamil telah diperiksa dari target 36.895 orang. Dari jumlah tersebut, enam orang terkonfirmasi positif HIV.

Dinkes juga menemukan lima kasus positif dari 515 wanita pekerja seks yang mengikuti pemeriksaan. Sementara pada warga binaan pemasyarakatan, empat kasus ditemukan dari 339 orang yang diperiksa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Empat kasus lainnya tercatat pada kelompok transgender setelah petugas melakukan pemeriksaan terhadap 109 orang.

“Sejumlah kasus lain juga terdeteksi pada wanita pekerja seks, warga binaan pemasyarakatan, serta kelompok transgender,” kata Mona.

Di sisi lain, belum semua kelompok sasaran berhasil dijangkau melalui program pemeriksaan. Hingga periode Januari-Juli 2026, Dinkes mencatat belum ada pengguna napza suntik yang menjalani skrining HIV.

Kondisi tersebut menunjukkan perluasan akses pemeriksaan masih diperlukan untuk mencapai target tahunan sekaligus memperkuat upaya pencegahan penularan.

Dengan masih adanya puluhan ribu sasaran yang belum diperiksa, Dinkes Kabupaten Cirebon terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini.

Skrining dinilai bukan hanya penting untuk menemukan kasus, tetapi juga membuka akses lebih cepat terhadap pengobatan, pemantauan kondisi kesehatan, dan pendampingan bagi orang yang terdiagnosis HIV.

Pemerintah daerah juga menghadapi tantangan untuk memastikan layanan pemeriksaan dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat tanpa stigma dan diskriminasi. Pendekatan tersebut penting agar masyarakat tidak ragu mengakses fasilitas kesehatan dan mengetahui status HIV mereka.

Dinkes Kabupaten Cirebon menempatkan penemuan kasus sejak dini sebagai salah satu bagian penting dalam pengendalian HIV. Semakin cepat seseorang mengetahui statusnya, semakin cepat pula layanan medis dapat diberikan sekaligus menekan risiko penularan lebih lanjut.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2