3. Infrastruktur dan Energi: Pemeliharaan jalan dilakukan di 27 ruas strategis, penerangan jalan menyala kembali di 531 titik, dan 104 tiang lampu baru dipasang. Air bersih disalurkan ke 1.500 sambungan rumah.
4. Lingkungan Hidup dan Tata Kelola Sampah: 167 titik sampah liar ditangani, 805 banner liar dibersihkan, dan 820 pohon ditanam di Ruang Terbuka Hijau (RTH). Pemeliharaan RTH dilakukan di 32 lokasi.
5. Koperasi Desa Merah Putih: Dari 474 desa, 270 telah berproses akta pendirian koperasi, dan 134 desa telah memiliki akta resmi.
6. Kesehatan dan Penurunan Stunting: Angka stunting turun drastis dari 27% (2023) menjadi 6,9% (2025), menjadikannya terbaik kedua di Jawa Timur. Soft launching RSUD Ki Ageng Brondong telah dilakukan sebagai pusat layanan kesehatan di wilayah utara.
7. Pendidikan dan Generasi Emas: Program Makan Bergizi Gratis telah berjalan di 177 lembaga pendidikan. SMPN 1 Lamongan ditetapkan sebagai pilot project sekolah digital dan inklusi. Beasiswa diberikan untuk siswa dan mahasiswa dari keluarga tidak mampu.
8. Pemberdayaan Ekonomi Perempuan dan Warga Kurang Sejahtera: 32 kepala keluarga perempuan menerima modal usaha sebesar Rp 4.000.000,- dan pendampingan. 10 rumah layak huni dibangun untuk warga miskin.
9. Penguatan Keagamaan dan Sosial: Insentif disalurkan kepada takmir, imam, modin, rohaniawan, dan guru ngaji melalui Kartu Yakin Sejahtera. 244 sertifikat tanah wakaf selesai melalui Gema Thawaf. Gerakan “One Week One Juz” digalakkan dengan Instruksi Bupati Nomor 1 Tahun 2025.
10. Layanan Publik dan Aduan Masyarakat: Kanal aduan “Lapor Pak Yes” terintegrasi dengan seluruh perangkat daerah. Tiga Mal Pelayanan Publik Mini diaktifkan di Ngimbang, Babat, dan Paciran, dengan 205 izin telah diterbitkan.
Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan Lamongan dapat terus berkembang dan menjadi daerah yang lebih sejahtera bagi seluruh warganya.(Bs)





