Para murid tampak antusias mengikuti sosialisasi tersebut. Pendekatan yang dilakukan oleh personel Polsek Deket tidak kaku, melainkan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti anak-anak, sehingga materi dapat diterima dengan baik. Pihak kepolisian juga menekankan pentingnya menumbuhkan rasa empati. Jika seorang murid melihat temannya kesulitan, tindakan yang benar adalah menolong, bukan justru menertawakan atau mengintimidasi.
“Kami ingin adik-adik di sini menjadi generasi yang saling merangkul, bukan saling memukul atau mengejek. Kita bangun persahabatan yang sehat agar suasana belajar di sekolah selalu menyenangkan,” imbuh Briptu Nuckey.
Kepala MI Darul Ulum Calungan menyambut hangat langkah proaktif yang diambil oleh Polsek Deket. Menurutnya, kehadiran aparat penegak hukum di lingkungan sekolah memberikan dampak positif bagi kedisiplinan dan mentalitas siswa. Pihak sekolah berkomitmen untuk terus memantau interaksi antar murid agar tidak ada celah bagi aksi perundungan.
Polsek Deket berkomitmen bahwa program “Polisi Sahabat Anak” ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan ke sekolah-sekolah lain di wilayah Kecamatan Deket.
Selain untuk pencegahan bullying, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun kedekatan emosional antara Polri dengan generasi muda, sehingga citra polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat semakin melekat di benak anak-anak.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Rejotengah ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan ajakan bagi seluruh murid untuk berkomitmen menolak segala bentuk perundungan di lingkungan madrasah.
“Dengan adanya edukasi ini, diharapkan tercipta iklim pendidikan di Kecamatan Deket yang lebih sehat, aman, dan penuh kasih sayang,” pungkasnya.





