Muhlisin menjelaskan, program ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan sains dan teknologi, khususnya di dunia pendidikan agama.
“Sekolah ini telah mengembangkan aplikasi pembelajaran berbasis digital,” ujarnya.
Selain digitalisasi, peningkatan kualitas pendidikan sains juga menjadi prioritas Kemenag Lamongan.
Menurut Muhlisin, olimpiade pelajar menjadi salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan sains siswa di tingkat sekolah.
“Pendidikan sains tidak hanya teori, tetapi juga keterampilan aplikatif,” tambahnya.
Kegiatan seperti olimpiade bertujuan untuk mendorong siswa menggali potensi mereka dalam bidang sains.
Dengan berbagai inisiatif ini, Kemenag Lamongan berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan generasi yang cerdas, kompeten, dan berakhlak mulia. Digitalisasi dan penguatan pendidikan sains diyakini dapat mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Pendidikan yang menggabungkan sains, teknologi, dan agama menjadi kunci menuju masa depan yang lebih baik. Langkah ini diharapkan menjadi pilar utama dalam mendukung kemajuan bangsa di era digital,” pungkasnya.
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com






