Pemkab memastikan bahwa apabila ada wilayah yang terdampak, pihaknya siap melakukan penyaluran air bersih secara cepat dan tepat sasaran.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Berdasarkan data BPBD, terdapat sedikitnya 167 desa di 13 kecamatan yang berpotensi mengalami krisis air bersih saat musim kemarau panjang.

Wilayah-wilayah tersebut terutama berada di bagian selatan dan tengah Lamongan, seperti Kecamatan Mantup, Sugio, Sambeng, Tikung, Kembangbahu, Kedungpring, Deket, Modo, Ngimbang, Bluluk, dan sebagian wilayah Kecamatan Lamongan kota.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tahun sebelumnya, dampak El Nino membuat belasan kecamatan tersebut mengalami kekeringan berat hingga masuk kategori kering kritis dan langka.

“Tahun-tahun sebelumnya, beberapa wilayah bahkan sampai ditetapkan status darurat kekeringan,” tambah Sugeng.

Dengan mempertimbangkan pola cuaca dan curah hujan yang belum sepenuhnya stabil, Pemkab Lamongan terus mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan memanfaatkan sumber air yang masih tersedia secara bijak.

Langkah antisipatif seperti droping air bersih, penyuluhan penggunaan air hemat, serta optimalisasi embung dan waduk akan segera dilakukan jika kondisi memburuk.(*)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2