Agung juga telah melakukan eksperimen dengan mengurangi pelet saat memberi makan ayam dan diganti menggunakan maggot dengan perbandingan 70 persen maggot dan 30 persen pelet. Hasilnya, ayam yang diberi makan dengan komposisi maggot lebih banyak, ayam tersebut lebih cepat gemuk.
“Bahkan lele yang kami beri makan maggot dagingnya lebih keset dan lebih gurih. Jadi sementara maggot ini belum kita jual, masih kita pakai sendiri,” bebernya.
Penjabat Wali Kota Yogya, Sugeng Purwanto sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Agung dan keluarga. Menurutnya keberadaan Ndalem Maggot Sawo merupakan salah satu alternatif untuk pengolahan sampah organik.
Selain itu, lanjutnya, keberadaan Ndalem Maggot Sawo dapat menjadi motivasi agar masyarakat Kota Yogya dapat mengolah sampahnya secara mandiri dan dapat dijadikan sesuatu yang bermanfaat.
“Ini sangat luar biasa karena bisa menjadi alternatif dan menjadi percontohan untuk warga lainnya untuk mengolah sampah organik dengan cara maggot,” ujarnya.
Pihaknya pun menegaskan bahwa Pemkot Yogya Kota terus berupaya untuk menumbuhkan peran masyarakat dalam mengelola sampah organik secara mandiri berbasis masyarakat atau komunitas. (WIRA)
Editor : Achmad Bisri
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.com





