Terakhir, aspek batiniyah atau niat. Gus Qowim mengingatkan para jamaah untuk menata niat semata-mata karena Allah SWT sebelum berangkat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ia juga mengingatkan bahwa ibadah haji adalah perjalanan fisik yang menuntut stamina, terutama saat melakukan thawaf, sa’i, dan wukuf di Arafah.

“Mulailah membiasakan diri beraktivitas di bawah sinar matahari dan menjaga hidrasi tubuh,” pesan Gus Qowim, sembari mengingatkan agar para jamaah tidak memaksakan diri.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Gus Qowim juga menekankan pentingnya menjaga nama baik Kota Kediri selama menjalankan ibadah haji.

“Tunjukkan bahwa jamaah haji dari Kota Kediri adalah jamaah yang tertib, saling membantu, dan membawa akhlak yang terpuji,” tegasnya.

Acara ini juga dihadiri oleh berbagai narasumber, termasuk Siti Rahma dari Ikatan Dokter Indonesia cabang Kota Kediri, serta pejabat terkait seperti Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kediri, Ahmad Zamroni, dan Kepala Dinas Kesehatan, Muhammad Fajri. Sebanyak 231 calon jamaah haji tahun 2025 turut hadir dalam kegiatan ini, yang diharapkan dapat mempersiapkan mereka secara optimal untuk menunaikan ibadah haji.

Gus Qowim berharap agar perjalanan haji ini menjadi titik balik bagi para jamaah, bukan sekadar status sosial, tetapi sebagai transformasi diri menjadi pribadi yang lebih bijak dan peduli setelah kembali ke tanah air.

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2