“Pasokan terbaru yang diterima pada 26 Oktober malam sudah kembali normal,” ujar salah satu petugas SPBU.
Selain ke SPBU, tim juga menyambangi sejumlah bengkel motor di Lamongan Kota. Dari hasil penelusuran, dalam tiga hari terakhir (25–27 Oktober 2025), beberapa bengkel menerima 10–12 motor per hari dengan keluhan yang sama: mesin brebet usai mengisi Pertalite.
Dari pemeriksaan teknisi, ditemukan bahwa bahan bakar dalam tangki kendaraan memiliki bau lebih menyengat, dan menyebabkan kerusakan ringan pada busi.
IPDA Hamzaid menegaskan, hingga kini belum ditemukan indikasi kuat adanya BBM oplosan di SPBU Lamongan. Namun pihak kepolisian tetap melakukan koordinasi lanjutan dengan Pertamina dan Disperindag untuk memastikan kualitas BBM tetap sesuai standar nasional.
“Kami mengimbau masyarakat agar segera melapor ke Pertamina Contact Center 135 jika mengalami kejadian serupa,” tegasnya.
Polres Lamongan memastikan akan terus melakukan pemantauan rutin terhadap distribusi dan kualitas BBM di wilayahnya, guna mencegah keresahan masyarakat dan memastikan pelayanan SPBU tetap aman serta sesuai ketentuan.(Bs).





