“Semangat mahasiswa UNEJ untuk terjun membangun daerah 3T melalui Program TEKAD Kemendesa sungguh luar biasa. Ada dua ratus mahasiswa yang mendaftarkan diri, sementara kuota hanya untuk 20 orang. Semoga ini menunjukkan tekad mahasiswa UNEJ mewujudkan Dikstisaintek Berdampak,” jelas Prof. Yuli Witono.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ia juga menambahkan bahwa sebelum penerjunan, para mahasiswa telah mendapatkan materi pembekalan dengan paradigma yang baru, berharap agar mahasiswa dapat dengan cepat beradaptasi, berorientasi, dan mempelajari berbagai potensi sumber daya pedesaan, sehingga dapat mengimplementasikan program-program prioritasnya dengan cepat.

Salah satu rancangan program prioritas yang akan dilakukan oleh peserta KKN 3T, Frenix Putri Ardila dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan Ujang Firmansyah dari Fakultas Teknik, adalah pengembangan potensi alam kepiting bakau dari Raja Ampat. Frenix Putri Ardila beserta sembilan peserta lainnya akan melakukan KKN 3T di Desa Warimak, Pulau Waigeo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kolaborasi KKN 3T kami mahasiswa UNEJ bersama dengan Kementerian Desa melalui program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD). Di Desa Warimak ini kami akan fokus pada budidaya kepiting bakau dengan konsep mini hilirisasi. Masyarakat masih menangkap kepiting bakau secara manual, jadi kami akan melakukan optimalisasi dari sisi budidaya untuk meningkatkan kualitas produksinya, serta dari sisi pengolahannya, seperti teknik pengasapan yang lebih efektif,” ungkapnya.

UNEJ juga memastikan seluruh mahasiswa KKN terlindungi dengan dukungan dari BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) Jember, melalui fasilitas perlindungan jaminan atas kemungkinan risiko yang terjadi selama melaksanakan KKN.

Selain itu, dukungan juga datang dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember yang menyambut baik kontribusi mahasiswa KKN dalam upaya peningkatan literasi keuangan di desa-desa.

Menurut Kepala OJK Jember, Mohammad Mufid, kerja sama ini sangat strategis untuk mendekatkan pemahaman masyarakat desa terhadap produk dan layanan jasa keuangan, sehingga dapat mendorong inklusi keuangan yang lebih merata.

Dengan semangat pengabdian dan inovasi, mahasiswa UNEJ diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat di lokasi KKN mereka, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah yang lebih baik.(*)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2