Meskipun kondisi masyarakat relatif kondusif, aparat tetap meningkatkan kewaspadaan karena potensi lahar dingin masih tinggi.
Untuk mempercepat penanganan bencana dan membantu kebutuhan warga, prajurit Divif 2 Kostrad mendirikan Tenda peleton, Dapur lapangan, Penyekatan di zona terdampak.
Evakuasi barang penting milik warga serta pemindahan penduduk di area rawan dilakukan secara terkoordinasi bersama Babinsa Koramil 0821-14/Pronojiwo.
Koordinasi dipusatkan di Pos Komando yang didirikan di depan Balai Desa Supiturang, sementara pos siaga ditempatkan di Dusun Gemuk Mas dan Dusun Sumbersari untuk mempercepat respons apabila terjadi keadaan darurat.
Dengan adanya posko, patroli rutin, serta asesmen berkelanjutan, TNI menegaskan komitmennya untuk memastikan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama. Penanganan pasca-erupsi akan terus dilakukan hingga kondisi wilayah benar-benar stabil dan aktivitas masyarakat kembali normal.





