Kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan rantai ekonomi berkelanjutan, di mana masyarakat lokal menjadi bagian langsung dari penyediaan bahan baku untuk program nasional.
Senada juga disampaikan Camat Glagah Sutikno, menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antar pihak, baik dari pemerintah desa, korwil pendidikan, maupun pengelola SPPG. Hal ini untuk memastikan distribusi makanan bergizi dapat berjalan lancar dan merata ke seluruh sekolah di wilayah khususnya Karangbinangun dan Glagah.
“Mari kita saling bersinergi dan berkomunikasi dengan baik agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan, terutama dalam hal distribusi MBG,” tegasnya.
Dengan berdirinya SPPG di Blawi dan Soko, masyarakat Karangbinangun optimistis bahwa program MBG Prabowo Subianto akan membawa manfaat besar bagi dunia pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
Kehadiran SPPG diharapkan menjadi langkah awal menuju kemandirian pangan lokal sekaligus peningkatan gizi anak bangsa.
“Selamat atas berdirinya SPPG di Blawi Karangbinangun dan Soko Glagah. Semoga membawa manfaat besar bagi masyarakat dan menjadi contoh pelaksanaan MBG yang sukses di Lamongan,” tutupnya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan mitra SPPG Blawi dan Soko Dwi Oktavian meminta dukungan penuh dari berbagai pihak agar proses pengembangan dan operasional dapat berjalan lancar. Setelah sistem mulai beroperasi,
“Kami berharap kerja sama yang baik dan dukungan dari semua pihak. Karena Tim SPPG dan tim dapur masih baru, sehingga kami sangat membutuhkan bimbingan, arahan, serta dukungan teknis agar pelaksanaan di lapangan berjalan optimal,” ungkapnya.(Bs)






