Gogot juga mengungkapkan bahwa Kemendikdasmen telah meluncurkan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat pada tahun 2025, yang mencakup kegiatan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar membaca, bermasyarakat, dan tidur cepat.
Melalui program ini, Kemendikdasmen ingin memastikan anak-anak Indonesia tidak hanya unggul dalam aspek akademis, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat dan kepedulian sosial.
“Gemar membaca menjadi salah satu kebiasaan yang harus dilakukan oleh siswa, ini sebagai upaya kita untuk meningkatkan literasi,” tambah Gogot.
Selain itu, Kemendikdasmen juga mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Peraturan ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi, keadilan, dan efektivitas dalam penerimaan murid baru di seluruh Indonesia, dengan empat jalur utama yang telah disesuaikan.
“Setiap jalur memiliki persyaratan yang lebih ketat untuk memastikan bahwa penerimaan murid benar-benar adil dan tidak disalahgunakan. Kami ingin memberikan kepastian bagi orang tua dan sekolah bahwa proses ini berjalan transparan,” pungkas Dirjen Gogot.
Dengan audiensi ini, SMSI Jatim berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan literasi pendidikan di Indonesia, serta menjalin kerja sama yang lebih erat dengan Kemendikdasmen untuk mencapai tujuan tersebut.(*)






