BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Karangbinangun, Lamongan, menuai sorotan.
Distribusi jatah “rapelan” untuk tiga hari yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Blawi diduga tidak sesuai ketentuan dan mengabaikan standar kualitas pangan.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis (26/02/2026), ditemukan sejumlah kejanggalan yang memicu keluhan dari siswa, guru, hingga wali murid di beberapa sekolah, termasuk SDN Watangpanjang, SDN Sambopinggir, dan SDN Banyuurip.
Program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto ini seharusnya menjamin asupan gizi lengkap setiap harinya. Namun, para siswa yang menerima jatah rapelan untuk Kamis, Jumat, dan Sabtu menemukan adanya ketimpangan jumlah item.
Setelah dipetakan oleh para siswa di kelas, jatah untuk hari Sabtu terpantau hanya menyisakan susu dan buah jeruk. Hal ini memicu dugaan kuat adanya pengurangan item menu dibandingkan standar harian yang seharusnya diterima siswa.
Selain kuantitas, aspek kualitas dan ketahanan pangan menjadi sorotan utama. Paket rapelan tersebut berisi Burger dan Chicken Katsu, Bubur Kacang Hijau, Telur Rebus (2 butir), Roti Kering, Kurma, Jeruk, dan Susu.





