Serangan ini menargetkan beberapa tangki bahan bakar dan lokasi yang diduga sebagai fasilitas nuklir, serta lokasi-lokasi peluncur rudal dan fasilitas penyimpanan di Iran barat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Israel juga mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga Iran yang tinggal di dekat fasilitas produksi senjata di Teheran, menyerukan kepada mereka untuk “tidak kembali hingga pemberitahuan lebih lanjut.” Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, menyatakan bahwa berada di dekat fasilitas-fasilitas ini membahayakan nyawa penduduk.

Peringatan tersebut dikeluarkan atas instruksi dari Israel Katz, menteri pertahanan Israel. Seorang pejabat senior keamanan Israel menjelaskan bahwa instruksi untuk mengevakuasi penduduk di Teheran merupakan bagian dari rencana yang telah disetujui sebelumnya untuk menekan rezim Iran dengan memindahkan penduduk, sebagai balasan atas serangan rudal yang terjadi di wilayah dalam Israel.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Israel melancarkan serangan udara paling masifnya ke Iran pada Jumat, 13 Juni, yang menargetkan fasilitas-fasilitas nuklir di berbagai penjuru Iran.

Israel mengklaim bahwa serangan tersebut mengakibatkan tewasnya beberapa ilmuwan nuklir dan pejabat militer senior Iran.

Sementara itu, Iran melaporkan bahwa sedikitnya 78 orang tewas akibat serangan tersebut, dengan puluhan lainnya tewas pada hari berikutnya, termasuk 29 anak-anak di antara korban.

Ketegangan yang terus meningkat antara Iran dan Israel ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi konflik yang lebih besar di kawasan Timur Tengah, yang dapat berdampak pada stabilitas regional dan global.

Dengan serangan yang saling membalas ini, situasi di kawasan semakin memanas, dan masyarakat internasional terus memantau perkembangan yang terjadi.

Dalam konteks ini, banyak pihak menyerukan perlunya dialog dan diplomasi untuk meredakan ketegangan yang ada, agar tidak terjadi eskalasi lebih lanjut yang dapat mengancam keamanan dan perdamaian di kawasan.(*)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2