Faizal menilai tingginya minat masyarakat menjadi sinyal positif bagi pengembangan kegiatan serupa. Menurutnya, produk makanan yang dibuat warga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk unggulan apabila dikemas dan dipasarkan secara lebih luas.
“Antusiasme masyarakat cukup tinggi. Ini menunjukkan produk yang dibuat warga memiliki potensi. Ke depan tentu kami ingin kegiatan seperti ini bisa terus dikembangkan sehingga semakin banyak UMKM warga yang terlibat,” ujarnya.
Selain menjadi sarana pemasaran, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi perempuan di tingkat dusun untuk berkreasi. Ibu-ibu PKK dapat menyalurkan keterampilan mengolah makanan sekaligus memperoleh penghasilan tambahan dari produk yang mereka jual.
Salah satu warga, Anis Kartika, mengaku senang dapat berbelanja sekaligus ikut membantu pelaku UMKM lokal. Ia membeli sejumlah makanan dan minuman yang tersedia di bazar.
“Saya senang bisa membeli jajanan di sini. Ramai sekali dan harganya juga terjangkau. Saya tadi beli telur, bakso dan es teller,” ujar Anis.
Menurut Faizal, kegiatan bazar tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda sesaat. Ia ingin kegiatan serupa dapat menjadi tradisi tahunan yang semakin berkembang dan mampu menjadi salah satu identitas kuliner Dusun Kedangean.
“Harapan saya ke depan bazar seperti ini bisa digelar kembali dengan lebih banyak jajanan dan makanan. Semoga semakin ramai dan bisa memberikan manfaat ekonomi bagi warga,” tuturnya.
Bazar tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan masyarakat Dusun Kedangean dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Selain bazar kuliner dan produk UMKM, panitia juga menggelar pentas seni serta hiburan musik rakyat.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan di tingkat masyarakat dapat menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus membuka peluang ekonomi. Dari lapak-lapak sederhana yang dikelola warga, terjadi transaksi langsung yang memberikan manfaat bagi keluarga pelaku UMKM.
Dengan harga terjangkau, beragam pilihan makanan, serta keterlibatan masyarakat dari sejumlah wilayah sekitar, bazar Dusun Kedangean menjadi contoh bahwa kegiatan berbasis komunitas dapat ikut mendorong perputaran ekonomi lokal. Kreativitas warga pun tidak hanya menjadi hiburan dalam perayaan kemerdekaan, tetapi juga membuka peluang bagi tumbuhnya usaha masyarakat dari tingkat dusun.





