“Yang diminta buruh terkait pendaftaran anak sekolah mulai dari SD sampai SMP, tentu kita sebagai pimpinan daerah akan mengakomodir. Jika Pergub mengatur kuota 5 persen bagi anak buruh yang tidak mampu masuk SMA negeri, pemerintah daerah akan mengikuti,” ungkap Subandi.
Subandi menegaskan komitmennya untuk selalu hadir bersama serikat buruh, dengan kesejahteraan buruh terkait pendidikan dan kesehatan menjadi perhatian utama Pemkab Sidoarjo.
Ia meminta dukungan dari seluruh organisasi buruh untuk mewujudkan hal tersebut.
“Setuju? Tugas kita mengantarkan kesejahteraan buruh terkait pendidikan dan kesehatan,” tegas Subandi, yang disambut antusias oleh para buruh.
Dalam kesempatan itu, Subandi juga mengingatkan para buruh untuk menjaga kondusifitas Kabupaten Sidoarjo dan mengajak mereka untuk tetap kompak dalam membangun daerah.
Ia berjanji akan mengawal tuntutan para buruh dan berharap komunikasi antara buruh dan pemerintah daerah dapat terus terjalin.
“Karena hari ini panjenengan menganggap Bupati sebagai Bapak e panjenengan, sudah ayo bareng-bareng kita berkomunikasi. Apapun akan kita perjuangkan,” tutup Subandi sebelum mengantar ribuan buruh menuju Bundaran Waru untuk melanjutkan aksi mereka di Surabaya.





