Hal ini menurut Mas’ud, sebagai antisipasi merebaknya demam berdarah. Karena jika setiap Desa bisa memiliki alat fogging nantinya bisa cepat teratasi atau paling tidak sebagai antisipasi sejak dini sebelum ada warga yang terjangkit penyakit demam berdarah.
“Karena kita ketahui bersama, bahwa ketika ada korban warga yang kena demam berdarah baru baru dilakukan fogging. Kedepan diharapkan buat antisipasi,” jelasnya.
Menanggapi hal itu, Andy Firasadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur menjelaskan, apa yang menjadi permintaan warga akan segera diperjuangkan. Karena mengingat beberapa infrastruktur itu sangat dibutuhkan masyarakat sebagai akses jalan utama Desa.
Menurut anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur itu mengatakan jika usulan yang diminta masyarakat akan menjadi prioritas sehingga menjadi bahan masukan bagi DPRD Provinsi Jawa Timur dan akan diteruskan kepada Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur.
“Segala aspirasi baik itu keluhan dan hal-hal yang dibutuhkan masyakarat tentunya akan saya perjuangkan dengan maksimal,” tegas Andy Firasadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dapil Lamongan Gresik.





