Dr. Nurul Badriyah menegaskan bahwa rekonstruksi sosial ekonomi tidak hanya soal peningkatan pendapatan, tetapi juga membangun solidaritas, kepercayaan diri, dan kemandirian perempuan desa.
Kini, nasi boranan tidak hanya menjadi identitas kuliner Lamongan, tetapi juga simbol transformasi ekonomi bagi para ibu rumah tangga di Sumberejo. KUBE menghadirkan model keberdayaan baru: gotong royong dalam pemasaran, penyediaan bahan baku lebih efisien, hingga inovasi pengemasan agar kuliner tradisional ini mampu menembus pasar yang lebih luas.
Upaya ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi desa berbasis potensi lokal. Dengan KUBE, para penjual nasi boranan kini tidak lagi berjalan sendiri mereka melangkah bersama menuju masa depan yang lebih sejahtera.




