“Masih terjadinya kasus keracunan menunjukkan masih lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh BGN,” ujar Yahya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan para pasien yang mengalami gejala keracunan telah mendapatkan penanganan medis.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Emil menjelaskan, salah satu tindakan medis yang diberikan kepada pasien adalah rehidrasi melalui infus. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah pasien mengalami dehidrasi akibat gejala yang dialami.

“Jadi rehidrasi ini penting kemudian memberikan obat,” ujar Emil pada Rabu (2/9/2026) dini hari.

Emil sekaligus membantah kabar yang menyebut adanya korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

“Tidak ada meninggal seperti kabar yang beredar,” sambungnya.

Penanganan medis juga disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Emil menyebut terdapat pasien yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid serta pasien dengan riwayat alergi obat. Mereka mendapatkan penanganan khusus dan terus dipantau oleh tenaga medis.

“Ada tadi yang alergi obat, itu juga sudah ada penanganan, jadi dimonitor. Jadi semua ini bukan ditangani seragam, tapi kekhususan terhadap kondisi masing-masing pasien juga ada,” ungkap Emil.

Perkembangan kondisi pasien di sejumlah rumah sakit juga menunjukkan adanya santri yang mulai membaik. Beberapa pasien bahkan telah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit setelah kondisinya dinilai cukup stabil.

“Tadi kita lihat ada veldbed yang sudah mulai dilipat karena sudah dipulangkan. Tapi rumah sakit tetap siaga. Bahkan tenaga-tenaga medis yang on call dipanggil semua, sehingga ini bisa tertangani,” kata Emil.

Kasus tersebut kini menjadi perhatian pemerintah dan DPR, terutama terkait evaluasi pelaksanaan MBG. Selain memastikan seluruh korban memperoleh perawatan, investigasi terhadap sumber makanan dan tata kelola dapur menjadi penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Pemerintah diharapkan dapat memastikan seluruh prosedur keamanan pangan dalam program MBG diterapkan secara konsisten, mulai dari proses pengolahan, penyimpanan, distribusi, hingga makanan diterima dan dikonsumsi oleh para penerima manfaat.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2