BERITASIBER.COM | PAMEKASAN — Pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG) di Kabupaten Pamekasan mendapat sorotan dari kalangan pendidik. Seorang kepala sekolah berinisial MHN mengungkapkan sejumlah keberatan terkait menu makanan yang dibagikan kepada siswa di sekolahnya.

Ia menilai kualitas makanan, komposisi gizi, serta kesesuaian anggaran perlu dievaluasi secara menyeluruh agar tujuan utama program dapat tercapai.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam keterangannya, MHN menyebut terdapat tiga aspek krusial yang menjadi perhatiannya. Pertama, ia menilai menu makanan yang diterima siswa selama beberapa hari terakhir belum mencerminkan standar makanan bergizi seimbang. Komposisi menu dianggap terlalu sederhana dan kurang variatif, sehingga dikhawatirkan tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak usia sekolah.

“Program ini kan bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi siswa. Namun, yang kami terima justru jauh dari harapan. Dari segi kualitas dan kelengkapan gizinya masih sangat minim,” ujar MHN, Senin (23/2/2026).

Kedua, MHN menyoroti adanya susu dalam paket makanan yang dibagikan kepada siswa. Menurutnya, pemberian susu tersebut perlu dikaji kembali, apakah sudah sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan program MBG.

Ia meminta pihak terkait memberikan penjelasan terbuka mengenai dasar kebijakan tersebut agar tidak menimbulkan polemik di kalangan sekolah dan wali murid.

“Kami hanya ingin kejelasan. Apakah pemberian susu ini memang diwajibkan atau justru di luar ketentuan. Ini penting supaya tidak terjadi kesalahpahaman,” tambahnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2