Kapolsek Kembangbahu menegaskan bahwa pengamanan dilakukan dengan mengedepankan langkah preventif dan pendekatan yang humanis. Kehadiran personel di pintu masuk gereja diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mencegah terjadinya gangguan keamanan selama pelaksanaan ibadah.
“Pengamanan kami lakukan secara terbuka dan terukur. Personel berada di pintu masuk serta melakukan pemantauan di lingkungan gereja. Kami juga mengimbau kepada seluruh jemaat agar tetap menjaga ketertiban dan segera menyampaikan kepada petugas apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, pengamanan melibatkan tiga personel Polsek Kembangbahu, yakni AIPTU Didik Anang, AIPTU Wiyono selaku Kanit Intelkam, dan AIPDA Hartono. Ketiganya melaksanakan tugas sesuai dengan ploting pengamanan yang telah ditentukan.
Kehadiran anggota kepolisian tidak hanya berfungsi sebagai pengamanan, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Polisi memastikan akses keluar-masuk gereja tetap berjalan tertib serta melakukan pemantauan terhadap situasi di sekitar lokasi selama ibadah berlangsung.
Seluruh rangkaian kegiatan ibadah rutin Minggu pagi di Gereja GKJW Desa Pelang berjalan dengan tertib, aman, lancar, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan keamanan maupun kejadian menonjol selama pelaksanaan kegiatan.
Polsek Kembangbahu berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan pengamanan terhadap kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan. Hal tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif sekaligus menjaga toleransi serta kerukunan antarumat beragama di wilayah Kecamatan Kembangbahu.
“Harapan kami, seluruh masyarakat dapat menjalankan aktivitas maupun ibadah dengan tenang. Polsek Kembangbahu akan terus hadir memberikan pelayanan dan pengamanan sebagai wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat,” pungkas IPTU Sono.





