Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh Bambang (57), penjaga makam, yang menemukan kondisi makam telah terbongkar saat melakukan pengecekan rutin.
Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku di balik dugaan pembongkaran makam tersebut. Meski demikian, Kapolsek menegaskan bahwa situasi keamanan di wilayah tersebut telah terkendali.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Penyelidikan terus berjalan dan kami berkomitmen mengungkap pelaku. Kepercayaan masyarakat adalah prioritas kami,” tegas AKP Hengky.
Setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat, keluarga almarhum memutuskan untuk tidak melaporkan kejadian tersebut secara resmi. Mereka hanya meminta agar jasad dimakamkan kembali secara layak sesuai syariat Islam.
Permintaan tersebut segera dipenuhi. Personel kepolisian bersama keluarga dan warga setempat bergotong royong melakukan proses pemakaman kembali almarhum dengan penuh khidmat.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian, tidak hanya dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga dalam menjaga ketenangan sosial masyarakat di tengah situasi sensitif. Polisi memastikan akan terus mendalami kasus ini sekaligus meningkatkan pengawasan di area pemakaman umum.(Yuni)





