Menurutnya, pencegahan gangguan keamanan tidak hanya dilakukan melalui tindakan kepolisian, tetapi juga dengan pendekatan persuasif kepada masyarakat, termasuk para pemuda. Polisi mengedepankan komunikasi dan imbauan agar masyarakat memahami pentingnya menjaga ketertiban bersama.
“Kami mengedepankan pendekatan humanis. Kepada para pemuda yang masih berkumpul, kami berikan edukasi dan imbauan agar tidak melakukan kegiatan yang dapat meresahkan masyarakat. Jangan sampai nongkrong justru berkembang menjadi aktivitas yang mengganggu ketertiban atau membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” jelasnya.
AKP Akhmad Khusen juga mengingatkan bahwa aksi balap liar tidak hanya mengganggu ketenangan warga, tetapi juga memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan pelaku dan pengguna jalan lainnya. Oleh karena itu, pihaknya akan terus meningkatkan kegiatan patroli, terutama pada waktu dan lokasi yang dianggap rawan.
“Balap liar sangat membahayakan. Selain berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, kegiatan tersebut juga dapat mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat. Kami akan terus melakukan patroli dan mengambil langkah sesuai ketentuan apabila ditemukan pelanggaran,” tegasnya.
Polsek Deket juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan. Warga diminta segera menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu kamtibmas, sehingga dapat segera ditindaklanjuti.
Melalui patroli rutin di kawasan perbatasan Lamongan-Gresik dan titik-titik rawan lainnya, Polsek Deket berkomitmen menghadirkan rasa aman bagi masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud nyata kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pada waktu-waktu rawan gangguan kamtibmas.





