“Kita tidak sedang membatasi hak pribadi, tapi melindungi marwah institusi. Hidup sederhana justru menunjukkan kekuatan moral dan profesionalisme sejati,” tutur Nurochman, disambut tepuk tangan peserta.
“Polres Lamongan berharap kegiatan ini menjadi titik awal perubahan budaya di tubuh kepolisian. Kekuatan sejati Polri bukan terletak pada kemewahan, melainkan pada ketulusan mengabdi dan keberanian menjaga kepercayaan masyarakat,” imbuh IPDA Nurochman.
Sementara itu, Kapolsek Tikung AKP Anang Purwo Widodo menegaskan bahwa pembinaan etika dan perilaku bukan hanya formalitas, tetapi fondasi utama profesionalisme kepolisian.
“Keteladanan seorang aparat dimulai dari rumah. Jika keluarga besar Polri hidup bersahaja dan beretika, maka masyarakat akan lebih mudah percaya dan menghormati,” ujarnya.
Menurutnya, nilai kesederhanaan harus dijaga bukan hanya di lingkungan dinas, tetapi juga dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Kegiatan ini juga menghadirkan sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Sejumlah personel mengajukan pertanyaan terkait cara menjaga integritas di era digital, termasuk penggunaan media sosial secara etis tanpa melanggar aturan institusi.
Diskusi berlangsung hangat dan produktif, mencerminkan kesadaran kolektif di kalangan anggota Polri untuk terus memperbaiki citra dan perilaku profesional di tengah sorotan publik yang semakin kritis.
Sosialisasi yang berlangsung hingga pukul 09.30 WIB itu ditutup dengan penegasan komitmen seluruh peserta untuk menegakkan nilai integritas, profesionalitas, dan kesederhanaan dalam menjalankan tugas.(Bs).






