Soal pendidikan, KMS atau Keluarga Menuju Sejahtera, sebagai acuan jalur afirmasi untuk mendaftarkan anak ke sekolah negeri ini bertahun-tahun sangat problematik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Begitu musim pendaftaran sekolah tiba, maka yang dikeluhkan adalah KMS dicabut. Kedepan, kalau memang KMS ini menjadi penghambat warga tidak mampu untuk mendapatkan prioritas melalui jalur afirmasi untuk sekolah, harusnya diganti saja dengan misal Kartu Yogya Pintar,” sambungnya.

Masih kata Krisma, tantangan lainnya seperti pengangguran, mafia perizinan, jaminan sosial, jaminan kesehatan, menjadi tugas utama, disamping harapan masyarakat lainnya yang segera harus dibenahi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Berbagai tantangan perkotaan kedepan misal secara umum terkait dengan gini ratio kita masih tinggi, tingkat pengangguran usia produktif kita juga masih tinggi, isu lingkungan hidup dampak dari pembangunan gedung yang terlalu masif, mafia perizinan, jaminan sosial, jaminan kesehatan dan lain-lain,” kata Krisma.

“Pada intinya, seorang Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Kota Yogyakarta terpilih nanti akan bertanggungjawab atas 400 ribu lebih jiwa di Kota Yogyakarta, setidaknya seluruh hak-hak dasarnya harus kita pastikan terpenuhi,” tutup Krisma.

Sekedar diketahui, Krisma sebagai Abdi Dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat di Kawedanan Parentah Hageng sejak tahun 2014 sampai dengan sekarang. Krisma adalah kader Partai Gerindra, untuk maju dalam Pilkada Kota Yogyakarta sebagai calon wakil walikota untuk periode jabatan 2024-2029.

Pengalaman organisasi, Krisma aktif di Tunas Indonesia Raya, sebagai Organisasi sayap Partai Gerindra yang mewadahi ide gagasan pergerakan kader muda Partai Gerindra. Bertugas di Dewan Pimpinan Cabang Pedagang Pejuang Indonesia Raya, yakni Organisasi sayap Partai Gerindra yang membidangi perjuangan pedagang khususnya para pedagang pasar dan kaki lima.

Krisma juga tergabung di DPC Partai Gerindra Kota Yogyakarta, DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia DIY, dan Forum Keistimewaan Untuk Kesejahteraan.

Sedangkan latar belakang pendidikan, mulai tahun 1998 – 2010, Krisma pernah mengayam pendidikan di SD Negeri Kraton Yogyakarta, SMP Negeri 16 Yogyakarta, SMA Negeri 10 Yogyakarta. Pada tahun 2013 – 2017, Krisma kuliah di Universitas Widya Mataram Yogyakarta, di Fakultas Ekonomi Manajemen. (WR)

Editor : Achmad Bisri

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.com 

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2