“Dari pembersihan kemarin hari pertama, sudah terdapat progress pancang jembatan pertama bagian paling barat, terlihat material yang di atas permukaan sudah terangkat semua. Selanjutnya akan diupayakan pembersihan pada bagian bawah permukaan air yang belum bisa terangkat, dan tantangannya tentu kondisi aliran air sungai. Saat pembersihan pancang kedua, material kayu sempat tersangkut di pancang pertama,” jelas Zanariah.
Tak lupa, Pj Wali Kota Kediri menekankan dalam kegiatan ini, jajaran OPD juga selalu memperhatikan keamanan dan keselamatan semua yang bertugas, dengan selalu update ketinggian debit muka air Sungai Brantas tiap jam 6 pagi melalui Bendungan Gerak Waruturi. Jika debit air melebihi batas, maka pembersihan akan ditunda.
Harapannya kegiatan bersih-bersih sungai ini dapat tuntas, sehingga pilar-pilar Jembatan Lama tidak mendapat beban terlalu besar dan aliran Sungai Brantas bisa kembali lancar.
“Saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama menjaga dan merawat lingkungan. Salah satunya tidak membuang sampah di sungai. Karena dari satu hal ini, ada banyak dampak yang akan terjadi. Selain itu, mari bersama kita jaga dan rawat warisan cagar budaya Kota Kediri,” tutupnya.
Turut mendampingi Sekretaris Daerah Bagus Alit, Kepala Pelaksana BPBD Joko Arianto, Kepala DLHKP Imam Muttakin, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Yono Heryadi, Perum Jasa Tirta dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).(adv/kom)
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





