Ia menilai keputusan wasit di lapangan sudah berdasarkan situasi pertandingan dan tidak ada unsur keberpihakan.

Meski begitu, Wawan berharap panitia turnamen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja perangkat pertandingan. Ia menilai turnamen sebesar Piala Bhabinkamtibmas seharusnya dipimpin oleh wasit berlisensi dan profesional.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Ke depan, wasit harus benar-benar adil dan punya lisensi jelas. Jangan wasit cabutan. Ini turnamen besar, bukan mini soccer,” tegasnya.

Wawan juga menyoroti citra Polsek Ujungloe sebagai penyelenggara turnamen.

“Saya sangat menyayangkan karena ini bisa mencoreng nama baik Polsek Ujungloe sebagai penyelenggara,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Panitia Turnamen, Nirsal, menyayangkan sikap PDP FC yang memilih walk out tanpa menempuh mekanisme protes resmi.

“Saya sangat menyayangkan mereka langsung walk out. Padahal masih ada menit tersisa dan ada mekanisme protes resmi yang sudah disepakati saat technical meeting,” ujar Nirsal.

Ia menjelaskan, kericuhan di lapangan bermula dari salah satu ofisial PDP FC yang berlari ke arah hakim garis hingga terjadi kesalahpahaman.

Nirsal menegaskan bahwa panitia ingin menjaga nama baik ajang Bhabinkamtibmas Cup II 2025 sebagai wadah silaturahmi antarwarga.

“Mari kita jaga bersama situasi kamtibmas agar turnamen ini berjalan sukses dan jadi ajang silaturahmi antarwarga,” pungkasnya.(Arie).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2