Saat matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa, bayangan tugu dan benda-benda di sekitarnya akan menghilang selama beberapa detik. Fenomena ini selalu dirayakan dengan festival budaya yang meriah oleh pemerintah kota setempat.

Selain aspek geografis, kompleks tugu ini juga menyimpan nilai sejarah tinggi. Pengunjung dapat melihat replika tugu asli yang dibangun pada tahun 1928 oleh seorang ahli geografi Belanda. Lokasinya yang berada di tepian Sungai Kapuas menambah keindahan panorama sekitar, terutama saat sore hari.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Fasilitas yang tersedia kini semakin lengkap, mulai dari museum mini berisi informasi astronomi hingga gerai suvenir khas Kalimantan Barat.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2