Dalam proses membangun ulang identitas klub tersebut, Bima Sakti dianggap sebagai figur yang tepat untuk memimpin proyek jangka panjang Persela. Selain dinilai memiliki integritas, mantan pelatih Timnas Indonesia itu juga dianggap memiliki visi permainan yang sejalan dengan arah baru yang sedang disiapkan manajemen.
“Kami membutuhkan pelatih yang punya ciri khas permainan yang sesuai dengan konsep klub. Coach Bima kami nilai cocok karena punya integritas dan pemikiran yang sejalan,” tambah Pradita.
Secara performa, Bima Sakti juga dinilai mampu memberikan dampak positif sejak bergabung di pertengahan musim lalu. Dalam 14 pertandingan bersama Persela, pelatih berusia 50 tahun itu mencatat lima kemenangan, lima hasil imbang, dan lima kekalahan.
Di tengah kondisi internal tim yang sempat mengalami dinamika, Bima dinilai berhasil menjaga stabilitas ruang ganti dan membangun hubungan yang baik dengan para pemain. Suasana kekeluargaan di dalam tim pun disebut semakin kuat selama kepemimpinannya.
Manajemen Persela juga berencana memperkuat struktur tim kepelatihan guna mendukung kinerja Bima Sakti pada musim depan. Beberapa posisi strategis seperti pelatih fisik dan analis pertandingan disebut akan segera dilengkapi agar performa tim lebih kompetitif.
“Kami ingin ada nuansa baru dalam tim pelatih. Nantinya akan ada tambahan pelatih fisik dan analis yang memang ahli di bidangnya,” pungkasnya.
Dengan langkah tersebut, Persela berharap dapat membangun kembali fondasi klub secara lebih matang demi mengembalikan posisi mereka sebagai salah satu kekuatan sepak bola nasional.






