Selain razia, kegiatan juga dirangkaikan dengan pelaksanaan tes urine terhadap 350 warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan 50 orang pegawai. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di dalam lingkungan lapas. Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan negatif, yang menunjukkan tidak adanya indikasi penggunaan narkoba.
Kepala Lapas Lamongan, Heri Sulistyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen pihaknya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas. Ia menegaskan bahwa momentum HBP ke-62 menjadi pengingat penting bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan.
“Razia dan tes urine ini adalah langkah konkret untuk memastikan Lapas Lamongan tetap dalam kondisi aman dan bebas dari narkoba. Kami tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran yang dapat merusak tatanan keamanan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari strategi penguatan sistem pengamanan. Sinergi dengan aparat penegak hukum juga akan terus ditingkatkan guna mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang kondusif.
Melalui kegiatan ini, Lapas Lamongan berharap dapat meningkatkan kesadaran seluruh warga binaan dan petugas akan pentingnya menjaga ketertiban serta menjauhi penyalahgunaan narkoba.
“Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap komitmen lembaga pemasyarakatan dalam menjalankan fungsi pembinaan secara profesional dan berintegritas,” pungkasnya.(Bs).






