“Jadi mereka akan ditempatkan di satu hotel dengan basis kloter masing-masing,” jelasnya.
Hilman menambahkan bahwa skema penempatan jemaah di hotel telah mendapat persetujuan dari Kementerian Haji dan Umrah serta otoritas wilayah Madinah. Dengan demikian, jemaah dapat menjalankan berbagai ibadah seperti salat di Masjid Nabawi, ziarah ke makam Nabi, dan masuk ke Raudhah dengan lebih tertib dan teratur.
“Ketika di hotel, mereka akan menjalankan aktivitas seperti ziarah, salat di Masjid Nabawi, dan setelah itu ketika akan berangkat ke bandara, insya Allah sudah satu hotel dalam satu kelompok,” ujar Hilman.
Hilman berharap seluruh proses, mulai dari pergeseran hingga pemulangan, dapat berjalan lancar tanpa hambatan. “Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar,” pungkasnya.(*)





