“Kita ketahui bahwa Lamongan menjadi lumbung pangan terbesar se Jawa Timur dan itu salah satunya faktor kebutuhan pupuk. Maka diperlukan tata kelola yang baik perihal keberadaan pupuk di masyarakat,” ujarnya.
Senada juga disampaikan Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., M.B.A., M.Phil., M.A. atau Eko Indrajit yang tutur memberikan materi perihal literasi digital mengatakan, literasi digital itu artinya bisa memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas hidup.
“Dengan kata lain literasi digital itu adalah cakap digital bagaimana mengunakan hal-hal yang baik,” sebut Prof Eko Indrajit.
Di dalam literasi digital sendiri menurut Prof Eko terdapat etika, security, cara komunikasi. Sehingga dalam literasi digital sendiri bersifat netral tergantung pengguna yang memakai.
“Jadi bisa terjadi kalau pengguna itu berfikiran negatif ditambah digital maka akan semakin sering negatifnya, sedang jika mempunyai fikiran positif atau kreatif ditambah digital maka akan semakin kreatifnya,” kata Prof Eko.
Melalui literasi digital ini, Prof Eko mengajak masyarakat untuk tidak terjebak dengan hal-hal yang negatif yang ditimbulkan oleh orang-orang yang menggunakannya. Sehingga tidak menjadi korban transaksi, komunikasi dan kolaborasi yang ada di digital itu sendiri.
“Untuk itu, kita harus melek digital. Sehingga bisa memisahkan mana berita yang hoax dan mana berita yang valid, atau pesan melalui email maupun medsos lainnya,” ujarnya.
Prof Eko Indrajit berpesan, bahwa teknologi itu bisa mempercepat anda mencapai cita-cita. Syaratnya kita harus mempunyai literasi digital, cerdas secara digital.
“Jangan mau diperbudak teknologi, tapi kitalah yang harus memperbudak teknologi. Karena dia adalah alat untuk manusia,” tandasnya.
Sementara itu, Mahardika Mangku Negara salah satu masyarakat yang hadir menyampaikan materi yang disampaikan terkait literasi digital ini sangat bermanfaat terutama bagi generasi muda dalam menyongsong digitalisasi.
“Melalui kegiatan literasi digital ini, kami khususnya generasi muda bisa lebih memahami dan menambah wawasan perihal dunia digital. Terutama dalam menyongsong Indonesia emas nantinya,” ungkap pria yang juga selaku pendeta di Gereja Jawi Wetan Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan.






