Khofifah menegaskan, pasar murah tidak hanya berorientasi pada penyediaan bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan pelaku usaha lokal.
“Melalui Pasar Murah, kita tidak hanya menghadirkan bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM dan usaha lokal untuk tumbuh. Jika dilakukan dan dikalikan terus-menerus, bukan tidak mungkin akan membentuk ekosistem ekonomi yang kuat di masyarakat,” jelasnya.
Khofifah berharap, penyelenggaraan pasar murah dapat memberikan manfaat nyata, terutama bagi masyarakat kelompok rentan yang paling terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok.
Pemprov Jatim juga berupaya agar kegiatan tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat memiliki akses lebih mudah untuk memperoleh bahan pangan dengan harga yang relatif terjangkau.
Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, keterlibatan UMKM dan pelaku usaha lokal dalam pasar murah diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi di daerah.
Dengan berbagai manfaat tersebut, Khofifah menilai pasar murah memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai instrumen pengendalian inflasi daerah, tetapi juga sebagai upaya memperkuat perekonomian masyarakat Jawa Timur.
“Harapannya, pasar murah ini bisa terus memberikan manfaat bagi masyarakat, menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok, sekaligus mendorong UMKM dan usaha lokal agar semakin berkembang,” pungkasnya.





