Ia juga menyoroti penindakan terhadap praktik mafia pangan yang telah menyeret lebih dari 20 tersangka, menegaskan komitmen pemerintah untuk memberantas korupsi dan mafia di sektor pangan.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menambahkan bahwa perhatian Presiden Prabowo terhadap sektor pertanian sangat besar.
“Beliau sangat concern terhadap ketahanan pangan kita, ketersediaan pangan bagi rakyat kita, bukan hanya beras tapi juga komoditas lainnya,” ungkap Sudaryono.
Ia menekankan pentingnya LTT, karena jumlah hasil produksi sangat ditentukan oleh luas panen, yang keberhasilannya dipengaruhi oleh proses-proses sebelumnya seperti pembibitan, ketersediaan pupuk, dan irigasi yang memadai.
“Makanya acara hari ini dipimpin Pak Menteri untuk memastikan Luas Tambah Tanam, karena begitu nanam banyak, maka insya Allah panennya pun akan banyak,” tambahnya.
Sudaryono juga menyampaikan bahwa dari sisi kesejahteraan petani, harga gabah mengalami peningkatan yang signifikan, dari Rp 5.000 hingga Rp 5.500 per kilogram menjadi di atas Rp 6.500. Rata-rata nasional saat ini berada pada kisaran Rp 6.520 hingga Rp 6.530 per kilogram.
Mentan menegaskan bahwa kegiatan evaluasi ini akan dilakukan secara rutin dan intensif. Setiap penurunan produksi akan direspons dengan pemanggilan penanggung jawab program di daerah.
“Ini tentang kerja nyata, bukan sekadar omong-omong,” tegasnya.
Dengan strategi tanam yang lebih ketat, pengawasan berlapis, serta dukungan kebijakan dari pusat, pemerintah optimis bahwa produksi beras pada tahun 2025 akan melebihi capaian tahun lalu.
Hasil evaluasi angkat tetap (ATAP) menunjukkan kenaikan sebesar 60%, dan BPS mencatat produksi beras dalam empat bulan tahun ini mencapai 16,5 juta ton, tertinggi dalam satu dekade terakhir.(Bs)
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





