“Kami merasa sangat terbantu, mengingat orang tua bekerja sebagai buruh tani dan pekerja bangunan. Namun saya tidak putus asa dan tidak putus semangat. Dengan dorongan orang tua akhirnya saya mendapatkan beasiswa prestasi pendidikan tinggi ini,” ungkapnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu mahasiswa penerima beasiswa Amirotur Robi’ah berasal dari Desa Kayulemah Kecamatan Sumberrejo yang menempuh pembelajaran di Universitas Islam Negeri Surabaya (UINSA) Surabaya jurusan Sosiologi.

Dia mengatakan sangat senang sekali mendapat beasiswa dari Pemkab Bojonegoro. Untuk mendapatkan dan mengakses program, sebenarnya sangat mudah, yakni tinggal bagaimana memotivasi diri untuk mencari informasi ke Dinas Pendidikan. Cara lain adalah mencari informasi melalui media sosial milik Pemkab Bojonegoro serta mengikuti aturan administrasi yang telah ditentukan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Harapannya semoga beasiswa ini dapat berlanjut, dan dapat dirasakan oleh putra-putri Bojonegoro,” tutur Amirotur Robi’ah.

Ferdy Anton Adit Kurniawan warga Desa Betet Kecamatan Kepohbaru, jurusan administrasi publik Universitas Surabaya (Unesa) yang mendapat beasiswa dari program 10 Sarjana per Desa.

Dia mengungkapkan sangat beruntung sekaligus senang bercampur bangga mendapat beasiswa ini. Karena hal ini dirasa sangat membantu dan meringankan biaya pendidikan yang dikeluarkan oleh orangtuanya.

“Bagi putra-putri yang tinggal di desa sekarang tak perlu khawatir untuk mengejar mimpi melanjutkan pendidikan tinggi, baik di perguruan tinggi negeri ataupun swasta. Karena dengan adanya beasiswa dari Pemkab Bojonegoro kita dapat mewujudkan mimpi menjadi nyata,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2