LAMONGAN — Polsek Karangbinangun, Polres Lamongan, meningkatkan kegiatan patroli malam sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus mengantisipasi potensi tindak kriminalitas 3C, yakni curat, curas, dan curanmor. Patroli dialogis tersebut menyasar warga masyarakat di Desa Karangbinangun, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan, Rabu (12/8/2026) malam.
Kapolsek Karangbinangun Iptu I Wayan Sumantra, SH, mengatakan bahwa patroli malam merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif, terutama pada jam-jam rawan. Menurutnya, kehadiran personel di tengah masyarakat sekaligus menjadi sarana untuk membangun komunikasi dan mengajak warga berperan aktif menjaga keamanan lingkungan.
“Patroli dialogis ini merupakan langkah preventif untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas, khususnya tindak pidana 3C. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan,” ujar Iptu I Wayan Sumantra.
Kegiatan patroli dilaksanakan pada Rabu (12/8/2026) mulai pukul 21.45 WIB hingga selesai. Tiga personel jaga Polsek Karangbinangun yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Aiptu Kasi Umar, Aiptu Wiyanto, dan Aipda Suparto.
Dalam pelaksanaannya, petugas menyambangi dan berdialog dengan warga masyarakat yang berada di wilayah Desa Karangbinangun. Dialog tersebut dilakukan untuk mengetahui situasi keamanan sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat.
Petugas mengimbau warga agar meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan, terutama pada malam hari. Masyarakat juga diminta tidak segan menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya kejadian atau aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Patroli dialogis menjadi salah satu bentuk pelayanan kepolisian yang mengedepankan pendekatan humanis. Selain melakukan pemantauan, personel dapat berinteraksi secara langsung dengan warga sehingga komunikasi dua arah dapat terbangun. Kondisi tersebut diharapkan dapat mempercepat penyampaian informasi apabila terjadi gangguan keamanan di lingkungan masyarakat.





