LAMONGAN, BeritaSiber.com – Polsek Lamongan Kota, Polres Lamongan, meningkatkan kegiatan Patroli Kota Presisi (PKP) dengan menyasar sejumlah objek vital dan lokasi strategis di wilayah hukumnya, Sabtu (3/10/2026).
Patroli sebagai bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus menjaga keamanan objek vital, kawasan permukiman, lingkungan pendidikan, serta mencegah potensi gesekan antarelemen masyarakat.
Kapolsek Lamongan Kota Kompol Beni Ulang Setiawan, S.Pd., M.A.P. mengatakan, Patroli Kota Presisi merupakan salah satu langkah preventif kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Kehadiran personel di sejumlah titik strategis diharapkan mampu mempersempit ruang terjadinya gangguan kamtibmas sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang sedang menjalankan aktivitas.
“Patroli kami tingkatkan sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas. Personel hadir langsung di lokasi-lokasi yang dinilai membutuhkan perhatian, terutama objek vital dan kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat,” kata Kompol Beni Ulang Setiawan.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Lamongan Kota melaksanakan patroli dengan menyambangi kawasan GOR Lamongan dan KMU Desa Ploso Wahyu, Kecamatan Lamongan. Kedua lokasi menjadi bagian dari sasaran patroli untuk memastikan situasi tetap aman, tertib dan kondusif.
Patroli dipimpin Iptu Tjandra Febri, S.H. selaku Waka Polsek Lamongan Kota sekaligus Pawas. Kegiatan juga melibatkan Aiptu Yanto selaku Ps. Kanit 1 Lantas dan Aipda Agus Sudarwanto selaku Ka SPKT 1 Polsek Lamongan Kota. Dalam pelaksanaannya, petugas menggunakan kendaraan dinas Kuda 14.02 untuk menyusuri sejumlah titik yang menjadi sasaran pengamanan.
Menurut Kapolsek, patroli kepolisian tidak hanya berorientasi pada penindakan ketika terjadi gangguan keamanan. Upaya preventif justru menjadi bagian penting dalam menciptakan kondisi wilayah yang stabil. Dengan meningkatkan mobilitas personel di lapangan, berbagai potensi kerawanan diharapkan dapat dideteksi dan dicegah sedini mungkin.





