BERITASIBER.COM | KEDIRI – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Kediri, Katino, menyampaikan permintaan tegas kepada Mantan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar yang juga Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Kediri 2024 – 2029 Feronica dan Regina (FREN).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Politisi Partai Gerindra ini meminta Abdullah Abu Bakar untuk transparan dalam mengungkap data dana hibah.

Permintaan tersebut berujung saat Abdullah Abu Bakar memberikan sambutan di acara PCNU Kota Kediri dan terkesan mengungkit bantuan dana hibah yang diberikan ke PCNU.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurut Katino, transparansi data ini penting agar publik dapat mengetahui aliran dana yang diterima organisasi-organisasi sosial. Salah satunya pada Yayasan Taman Pendidikan Rahmat dan Muhammadiyah.

Dalam pernyataannya, Katino menyoroti bahwa, Mas Abu telah membuka data hibah kepada PCNU Kediri yang mencapai Rp50 miliar selama periode 2018-2024.

Dengan transparansi ini, Katino berharap, hal serupa juga dilakukan untuk organisasi lainnya, agar masyarakat mendapat gambaran yang lebih jelas tentang distribusi dana hibah tersebut.

Disamping itu, Katino meminta, Abdullah Abu Bakar untuk memberikan data terkait hibah yang mungkin telah diberikan kepada Yayasan Taman Pendidikan Rahmat dan Muhammadiyah, mengingat pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana publik.

“Mantan Walikota Kediri (Abdullah Abu Bakar) beberapa waktu lalu membuka data bahwa selama memerintah sudah menyumbang PCNU melalui anggaran APBD Kota Kediri sekitar 50 miliar selama 2018 – 2024. Nah, kalau berani membuka data bantuan hibah tersebut, seharusnya beliau juga membuka data bantuan ke organisasi sosial yang lain,” katanya, Sabtu (5/10/2024).

Katino juga menambahkan bahwa, keterbukaan ini tidak hanya penting bagi PCNU, namun juga untuk yayasan dan ormas lain. Masyarakat berhak mengetahui apakah organisasi seperti Yayasan Taman Pendidikan Rahmat dan Muhammadiyah juga menerima bantuan yang signifikan dari APBD. Menurutnya, hal ini akan menciptakan kejelasan dan menghindari spekulasi yang tidak perlu.

Katino menegaskan bahwa, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat, agar tidak ada kesan bahwa dana hibah hanya diberikan kepada satu organisasi saja.

Menurutnya, jika bantuan hibah untuk PCNU dapat dipublikasikan, hal yang sama juga harus dilakukan untuk yayasan atau ormas lainnya.

“Apakah Mantan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar juga pernah memberi bantuan untuk Yayasan Taman Pendidikan Rahmat, coba dibuka sekalian ada atau tidak? Apakah juga pernah memberikan bantuan kepada Muhammadiyah? Jadi kami berharap beliau membuka semuanya kalau memang pernah memberi bantuan dana hibah. Biar masyarakat terdidik, biar terang benderang. Karena itu memang fungsi pemerintah,” katanya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2