BERITASIBER.COM | DEPOK – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kota Depok menggelar acara Sosialisasi pengawasan Partisipatif dengan tema “Perempuan Berdaya Demokrasi Terjaga”.

Acara tersebut berlangsung di Wisma Makara UI, di lingkungan kampus UI di Depok pada Selasa (05/11/2024).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Acara sosialisasi ini dibuka dengan kata sambutan dari 2 orang Pejabat Bawaslu Depok, yaitu Sugeng Nugroho sebagai Kasubag Pengawasan Pemilu dan Humas Bawaslu Depok, dan Sulastyo, anggota Bawaslu Depok sebagai Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi, Sulastyo juga meresmikan dimulainya acara dengan mengetukkan palu sebanyak 3 kali.

Giat sosialisasi ini dihadiri oleh 100 peserta, seluruhnya perempuan dari berbagai Organisasi kewanitaan, diantaranya Gerakan Wanita Katolik Depok, Fathayatul Nahdlatul Ulama, Aisyah kota Depok, Bakesbangpol dan juga Wanita Bhayangkari Polres Metro Depok. Lalu ada pula kehadiran perempuan dari Panwascam, PKD serta pengawas kelurahan di seluruh kota Depok.

Sebagai narasumber Hopsah SH MH sebagai Tenaga Ahli DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) RI , dan Novita Ulya SH, sebagai Praktisi Pemilu / Pilkada, yang juga merupakan Ketua Panelis Debat Pilkada Depok 2024.

Dalam sambutannya anggota Bawaslu Depok Sulastyo mengungkapkan bahwa di Pilkada kota Depok tahun 2024 ini, jumlah pemilih perempuan jauh lebih banyak daripada laki-laki.

“Ada pengurangan untuk jumlah TPS di Depok, dibanding pada saat Pilpres dan Pileg bulan Februari yang lalu. Dari yang tadinya berjumlah 5000 TPS, berkurang menjadi 2700 TPS pada Pilkada bulan November ini,” ungkapnya.

Pada sesi pemaparan materi, Tenaga Ahli DKPP RI Hopsah menjelaskan bahwa dinamika pemilu di Jawa barat khususnya Depok, terbilang cukup riskan. Hal ini terindikasi dari laporan Kinerja dan Tantangan DKPP pada Pemilu dan Pilkada tahun 2024, dari seluruh daerah pemilihan (dapil) di Indonesia.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2