“Walaupun konsepnya uji nyali, kami pastikan keamanan tetap terjaga. Tidak ada sentuhan langsung, jadi pengunjung bisa merasa aman,” tambahnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Segmentasi utama wahana ini adalah remaja, khususnya pelajar tingkat SMP dan SMA. Namun demikian, wahana ini tetap terbuka untuk semua kalangan usia yang ingin merasakan pengalaman berbeda. Antusiasme pengunjung diperkirakan meningkat pada malam hari, terutama setelah waktu salat Isya, ketika suasana menjadi lebih gelap dan mendukung nuansa horor.

Salah satu pengunjung, Margiono, warga Kecamatan Glagah, mengaku terkesan setelah mencoba wahana tersebut. Ia menyebut pengalaman yang ditawarkan cukup seru dan berbeda dari hiburan yang biasa ditemui di Lamongan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Seru dan menegangkan. Banyak variasi hantu di dalam, jadi tidak monoton. Ini jadi hiburan baru yang menarik di Lamongan,” ungkapnya.

Dengan konsep yang kreatif, harga terjangkau, serta jaminan keamanan, wahana “Alas Roban 3” diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Selain memberikan hiburan, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa ruang publik seperti pasar dapat dimanfaatkan secara inovatif untuk menghadirkan pengalaman baru yang menarik bagi warga.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2