“Kami meminta kontribusi sosial, seperti rekrut tenaga kerja dari pemuda asli Desa Kesambi. Selain itu, program CSR juga harus berbasis kebutuhan warga dan dikelola secara transparan oleh pihak pabrik dan masyarakat, tidak hanya melibatkan Kepala Desa saja,” tambahnya.
Tuntutan terakhir dari warga adalah dibentuknya forum rutin antara masyarakat Desa Kesambi dengan pengelola pabrik arang.
“Pemerintah Desa Kesambi harus melibatkan warga dalam evaluasi berkala,” pungkasnya.
Meskipun sempat bersitegang dengan petugas keamanan, puluhan pemuda tersebut harus pulang dengan tangan hampa setelah bertahan sekitar tiga jam di depan pabrik tanpa dapat bertemu dengan pengelola.
Setelah aksi damai, para pemuda kemudian mendatangi kantor Polsek Pucuk dan Kantor Desa untuk mengadukan situasi yang mereka hadapi, sekaligus berkordinasi untuk tindak lanjut.
Mereka dijanjikan oleh pihak Polsek dan Kepala Desa untuk bertemu dengan pengelola perusahaan pada Rabu, 21 Mei 2025 mendatang.
Aksi damai ini mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan pabrik dan harapan untuk adanya transparansi serta keterlibatan warga dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada lingkungan mereka.(Bs).





