“Disiplin positif bukan berarti tanpa aturan. Ini adalah cara mengajak siswa memahami dan menjalankan aturan dengan kesadaran, bukan karena takut hukuman,” jelasnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kepala MTsN 2 Lamongan, Asman, S.Ag., M.Pd, yang berharap para guru dapat menerapkan pendekatan ini dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.

“Kami berharap melalui sosialisasi ini, guru semakin mampu membangun kedisiplinan siswa dengan cara yang mendidik dan membentuk karakter positif. Lingkungan madrasah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan ramah anak,” ujarnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Para guru peserta kegiatan pun menunjukkan antusiasme tinggi dan memberikan tanggapan positif. Salah satunya, Ibu Nuri, S.Pd, yang menyebut bahwa materi yang disampaikan sangat inspiratif.

“Ternyata banyak cara untuk menanamkan kedisiplinan tanpa harus membentak atau memberi hukuman fisik. Ini akan sangat membantu kami dalam menciptakan suasana kelas yang lebih kondusif,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, MTsN 2 Lamongan menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendekatan pendidikan berbasis karakter, yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan kepribadian siswa yang berakhlak mulia.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2