“Maka santri harus tampil sederhana, harus sehat, harus berprestasi dan berwawasan luas, serta berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan selalu menjaga kedamaian dan persatuan,” tuturnya.
Selain itu, Setyo Wahono mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan memperkuat persatuan di tengah kehidupan bermasyarakat. Semangat cinta tanah air, menurutnya, perlu diwujudkan melalui sikap saling menghormati serta keterlibatan aktif dalam membangun daerah dan bangsa.
“Semangat hubbul wathan minal iman (cinta tanah air) sebagai bagian dari semangat keimanan, menjadi pengingat bahwa menjaga persatuan, merawat kerukunan dan membangun negeri merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Bupati kemudian membuka kegiatan Jalan Sehat Bersarung dengan mengucapkan basmalah. Pembukaan tersebut menandai dimulainya kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Bojonegoro.
Tidak hanya menghadirkan kegiatan olahraga bersama, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah untuk menambah semangat peserta. Ratusan doorprize disediakan dan dibagikan melalui undian kupon gratis.
Salah satu hadiah utama yang menarik perhatian peserta adalah umrah gratis dari Kanufaza, unit bisnis PCNU Bojonegoro. Hadiah tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang mengikuti jalan sehat hingga kembali ke lokasi finis.
Selain undian hadiah, panitia menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta. Layanan tersebut meliputi pemeriksaan kadar gula darah dan sejumlah pemeriksaan kesehatan lainnya.
Fasilitas ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memeriksa kondisi kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebugaran tubuh.
Penyelenggaraan kegiatan yang menggabungkan olahraga, layanan kesehatan, dan hadiah tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam momentum Hari Santri.
Melalui Jalan Sehat Bersarung, PCNU Bojonegoro turut mengajak masyarakat menjaga kesehatan, merawat tradisi pesantren, serta memperkuat persaudaraan dan persatuan. Nilai kesederhanaan yang tercermin dalam penggunaan sarung diharapkan terus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, tanpa mengurangi semangat untuk berprestasi dan berkontribusi bagi bangsa.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk perayaan Hari Santri Nasional yang tidak hanya mengedepankan tradisi, tetapi juga mendorong pola hidup sehat dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Dengan partisipasi ribuan warga, PCNU Bojonegoro berharap semangat Hari Santri dapat terus hidup melalui kegiatan positif yang mempererat silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial, serta menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air,” pungkasnya.





