Menanggapi rencana tersebut, pihak Kementerian Kebudayaan memberikan apresiasi tinggi dan sejumlah masukan esensial. Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan, Restu Gunawan, menyarankan agar kegiatan ini mengintegrasikan kekayaan sejarah yang ada di sekitar Solo Raya.

Kementerian mendorong keterlibatan museum-museum ikonik seperti Museum Sangiran, Ronggowarsito, hingga Pura Mangkunegaran. Selain itu, kekuatan akademik UNS melalui pusat kajian Javanologi diharapkan mampu memberikan bobot intelektual pada narasi budaya yang ditampilkan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Sangat penting untuk menonjolkan kearifan lokal. Kami juga menyarankan adanya pameran perjalanan 50 tahun UNS sebagai etalase transformasi pendidikan dan kontribusi kultural kampus ini bagi Indonesia,” ungkap pihak kementerian dalam diskusi tersebut.

Salah satu pilar utama dalam acara yang akan dihadiri oleh sekitar 1.000 alumni lintas generasi ini adalah pemberdayaan ekonomi. Gelar Budaya tersebut akan menghadirkan pameran UMKM yang melibatkan alumni FIB dan masyarakat lokal Solo.

Meski pelaksanaan acara bertepatan dengan bulan Ramadan 2026, KAFIB UNS optimistis bahwa nuansa religi justru akan menambah kedalaman makna dalam mempererat persatuan lintas generasi. Koordinasi intensif akan terus dilakukan sebagai bagian dari “kerja maraton” demi memastikan seluruh persiapan berjalan matang.

Kunjungan ini menegaskan peran alumni FIB UNS bukan hanya sebagai lulusan, melainkan sebagai mitra strategis pemerintah dalam merawat identitas bangsa melalui kolaborasi nyata antara dunia akademik, praktisi budaya, dan pengambil kebijakan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2